Sabtu, 23 Januari 2021

Komunikasi Terapeutik

 FASE FASE KOMUNIKASI TERAPEUTIK


            Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan / dirancang untuk tujuan terapi  Untuk mencapai hasil terbaik dalam komunikasi terapeutik ini kita harus mengaplikasikan beberapa fase. Fase dalam komunikasi ini meliputi 4 fase yakni Fase Pra Interaksi , Fase Interaksi , Fase Kerja dan Fase Terminasi . Saya akan jelaskan hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan komunikasi terapeutik. 


Fase Pra Interaksi : Adalah fase yang dilakukan seorang perawat / fisioterapis sebelum melakukan pertemuan kepada pasien . Hal hal yang perlu diperhatikan dalam fase pra interaksi adalah : 


1. Pastikan penampilan kita sudah dalam kondisi rapi, bersih dan siap untuk mendatangi pasien 

2. Memeriksa perasaan , fantasi , mood dan tingkat emosi dalam keadaan baik baik saja

3. Merencanakan pertemuan jam dan waktu pertemuan dengan klien / pasien . 

4. Explor kelebihan dan kelemahan dalam diri 


Fase Interaksi : Adalah fase yang paling penting untuk persiapan bertemu dengan seorang pasien, Dalam fase ini kita harus benar benar mematangkan diri kita dan pastikan yang dilakukan di fase pra interaksi sudah berjalan baik. 


Hal hal yang perlu dilakukan dalam fase interaksi  yakni :


1. Salam Terapeutik (Tatap , senyum dan bicara)

2. Evaluasi validasi ( Menanyakan identifikasi pasien, kabar pasien, memastikan identitas pasien)

3. Kontrak (Informasi yang akan kita sampaikan)

4. Perkenalkan diri kita kepada pasien




Fase Kerja : Pada tahap ini merupakan inti dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik. Tahap ini seorang perawat bekerja sama dengan pasien untuk menghadapi masalah yang dihadapi pasien. Tahap kerja ini berhubungan dengan rencana pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan oleh perawat untuk pasien.


Ada 2 hal – hal yang perlu dilakukan dalam fase kerja ini adalah :

1. Komunikasi edukasi murni kepada pasien

2. Tindakan keperawatan yang akan dilakukan

3. Komunikasikan sesuai isi kontrak (Menjelaskan tata tertib di rumah sakit , hak dan kewajiban pasien , jam praktek dokter)

4. Gunakan sikap Terapeutik (Pertahankan kontak mata , Menjadi pendengar yang baik , Melakukan sentuhan lembut)

5. Observasi (Menanyakan keluhan pasien, mendengarkan apa yang pasien rasakan)

6. Fokus kepada pasien 



Fase Terminasi : Dalam tahap ini terjadi adanya evaluasi, tindak lanjut terhadap interaksi, lalu perawat dan pasien membuat kontrak kesepakatan untuk melakukan pertemuan selanjutnya.


Hal – hal yang perlu diperhatikan pada fase Terminasi adalah : 

1. Melakukan evaluasi subjektif (Memberikan edukasi dan pengertian tentang apa yang dialami pasien)

2. Menyampaikan untuk pertemuan selanjutnya

3. Memberikan saran terbaik kepada pasien 



Sekian untuk beberapa tahapan atau fase fase dalam komunikasi Terapeutik , semoga bisa menjadi bahan ajar untuk praktek saya kepada seorang klien / pasien. 


--------T    E   R    I    M    A    K    A     S    I      H------



Contoh Percakapan Komunikasi Terapeutik


Fase Interaksi : 


(Mulai masuk ruangan dan bertemu pasien dan jangan lupa terapkan  semboyan  etika 3S yakni Senyum, Salam, Sapa)


Fisioterapis : Assalamu’alaikum, permisi selamat pagi ibu 

Pasien         : Wa’alaikumsalam, selamat pagi juga bapak

Fisioterapis : Apakah benar dengan ibu Amanati dengan usia 50 tahun?

Pasien          : Baik pak, sudah betul untuk nama dan usia saya

Fisioterapis : Oh iya bu, sebelumnya boleh saya lihat untuk identitas gelang pasien nya bu?    

                      Untuk  memastikan lagi apakah sudah benar 

Pasien          : Tentu saja boleh pak, silahkan di cek terlebih dahulu

Fisioterapis : Oke baik, memang sudah benar bu .Yang pertama saya ucapkan selamat datang di 

                      ruangan Fisioterapi ini bu, perkenalkan nama saya Fadjar Rizky Ramdhani. Saya 

                      disini yang akan merawat dan memberikan terapi kepada ibu sampai nanti ibu    

                      sembuh dan sehat Kembali


(Sebutkan juga tata tertib dan peraturan yang berlaku di ruangan rumah sakit ini . Usahakan memakai bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti)


Pasien         : Oke terimakasih banyak ya pak

Fisioterapis : Baik bu sama sama 





Fase Kerja :


Fisioterapis : Sebelumnya apa yang ibu rasakan sekarang?

Pasien         : Begini pak, saya merasa lutut ini kalau di luruskan masih terasa sakit pak. Apakah 

                     saya terkena cedera atau bagaimana?

Fisioterapis : Sebentar ya bu, boleh saya cek keadaan nya?

Pasien          : Oke baik boleh pak


(Lalu saya mulai mengecek keadaan lutut yang dialami oleh ibu, kemudian juga melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui apakah cedera yang dialaminya sangat parah atau tidak)


Fisioterapis : Baik bu sudah saya lakukan pemeriksaan, kemungkinan ibu mengalami cedera  

                      engkel di tulangnya. Untuk nantinya bisa dilakukan terapi menggunakan air es di 

                     bungkus plastic untuk meredakan nya ya bu?

Pasien         : Oh seperti itu ya pak, jadi itu pemeriksaan nya setiap dua hari sekali atau gimana?

Fisioterapis : Begini bu, untuk terapinya nanti dilaksanakan dua hari sekali . Alangkah baiknya ibu 

                     juga melatih untuk meluruskan tangan pelan pelan sehabis di terapi  agar kondisinya  

                     juga cepat berkurang rasa sakitnya.

Pasien        : Oke baiklah kalo begitu pak

Fisioterapis : Iya bu apakah ada yang mau disampaikan dari ibu sendiri?

Pasien        ; Sepertinya sudah tidak ada pak , sudah mengerti untuk proses yang dilakukan nanti

Fisioterapis : Baiklah bu kalau tidak ada yang ingin disampaikan, selanjutnya besok saya 

akan datang lagi untuk mengecek dan melakukan terapi Kembali apabila keadaan belum sehat. 

Dan semoga ibu lekas sembuh dan betah untuk di rawat di rumah sakit ini ya bu? 


(Fase Terminasi sebaiknya berikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak selalu berfikir yang tidak perlu , dan juga ucapkan salam terapeutik pada saat meninggalkan pasien tersebut).



Tidak ada komentar:

Short Wave Diathermy Dan Micro Wave Diathermy

  MATERI PENGGUNAAN ALAT SWD DAN MWD DALAM BIDANG KESEHATAN   A.     LANDASAN TEORI Penggunaan alat short wave diathermy (SWD) b...