Minggu, 13 Desember 2020

Tulang Ekstremitas Atas


 

 TULANG EKSTREMITAS ATAS
Kerangka Anggota Gerak Atas
Kerangka anggota gerak atas dikaitkan dengan kerangka badan dengan per...

 1. TULANG EKSTREMITAS ATAS Kerangka Anggota Gerak Atas Kerangka anggota gerak atas dikaitkan dengan kerangka badan dengan perantaraan gelang bahu yang terdiri dari skapula dan klavikula. Tulang-tulang yang membentuk kerangka lengan antara lain : gelang bahu (skapula dan klavikula), humerus, ulna dan radius, karpalia, metakarpalia dan falangus Gelang Bahu Gelang bahu yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Pergelangan ini mempunyai mangkok sendi yang tidak sempurna oleh karena bagian belakangnya terbuka. Bagian ini di bentuk oleh dua buah tulang yaitu skapula dan klavikula

  1. 2. Bagian-bagian Tulang Ekstremitas Bagian-Bagian Ini Akan Dijelaskan Bagian-Bagian Dari Ekstremitas Atas. Bagian Ekstremitas Atas terdiri dari : 1. Tulang Skapula 2. Tulang Klavikula 3. Tulang Humerus 4. Tulang Ulna 5. Tulang Radius 6. Tulang Karpal a. Metacarpal b. Falang Tulang Skapula Skapula (tulang belikat) terdapat di bagian punggung sebelah luar atas, mempunyai tulang iga I sampai VIII, bentuknya hampir segitiga. Di sebelah atasnya mempunyai bagian yang di sebut spina skapula. Sebelah atas bawah spina skapula terdapat dataran melekuk yang di sebut fosa supraskapula dan fosa infraskapula. Ujung dari spina skapula di bagian bahu
  2. 3. membentuk taju yang di sebut akromion dan berhubungan dengan klavikula dengan perantara persendian. Di sebelah bawah medial dari akromion terdapat sebuah taju menyerupai paruh burung gagak yang disebut dengan prosesus korakoid. Di sebelah bawahnya terdapat lekukan tempat kepala sendi yang di sebut kavum glenoid Tulang Klavikula Klavikula adalah tulang yang melengkung membentuk bagian anterior dari gelang bahu. Untuk keperlua pemeriksaan dibagian atas batang dan dua ujung. Ujung medial disebut extremitas sternal dan membuat sendi dengan sternum. Ujung lateral disebut extremitas akrominal, yang bersendi pada proseus akrominal dari scapula. Fungsi kavikula yaitu member kaitan kepada beberapa otot dari leher dan bahu dan dengan demikian bekerja sebagai penompang lengan.
  3. 4. Humerus Humerus (tulang pangkal lengan) mempunyai tulang panjang seperti tongkat. Bagian yang mempunyai hubungan dengan bahu bentuknya bundar membentuk kepala sendi yang di sebut kaput humeri. Pada kaput humeri ini terdapat tonjolan yang di sebut tuberkel mayor dan minor. Di sebelah bawah kaput humeri terdapat lekukan yang di sebut kolumna humeri. Pada bagian bawah terdapat taju (kapitulum, epikondius lateralis dan epikondilus medialis). Di samping itu juga mempunyai lekukan yang disebut fosa koronoid (bagian depan) dan fosa olekrani (bagian belakang). 4. Ulna
  4. 5. Ulna adalah sebuah tulang pipa yang mempunyai sebuah batang dan dua ujung. Tulang itu adalah tulang sebelah medial dari lengan bawah dan lebih panjang dari radius. Kepala ulna berada disebelah ujung bawah. Di daerah proksimal, ulna berartikulasi dengan humerus melalui fossa olecranon (di bagian posterior) dan melalui prosesus coronoid (dengan trochlea pada humerus). Artikulasi ini berbentuk sendi engsel, memungkinkan terjadinya gerak fleksi-ekstensi. Ulna juga berartikulasi dengan radial di sisi lateral. Artikulasi ini berbentuk sendi kisar, memungkinkan terjadinya gerak pronasi-supinasi. Di daerah distal, ulna kembali berartikulasi dengan radial, juga terdapat suatu prosesus yang disebut sebagai prosesus styloid. 5. Radius Radius adalah tulang disisi lateral lengan bawah. Merupakan tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung dan lebih pendek daripada ulna. Di daerah proksimal, radius berartikulasi dengan ulna, sehingga memungkinkan terjadinya gerak pronasi-supinasi. Sedangkan di daerah distal, terdapat prosesus styloid dan area untuk perlekatan tulang-tulang karpal antara lain tulang scaphoid dan tulang lunate
  5. 6. 6. Karpal Bagian dari Tulang Karpal yaitu : a. Metakarpal b. Falang Tulang karpal terdiri dari 8 tulang pendek yang berartikulasi dengan ujung distal ulna dan radius, dan dengan ujung proksimal dari tulang metakarpal. Antara tulang-tulang karpal tersebut terdapat sendi geser. Ke delapan tulang tersebut adalah scaphoid, lunate, triqutrum, piriformis, trapezium, trapezoid, capitate, dan hamate. a. Metakarpal
  6. 7. Metakarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat di pergelangan tangan dan bagian proksimalnya berartikulasi dengan bagian distal tulang-tulang karpal. Persendian yang dihasilkan oleh tulang karpal dan metakarpal membuat tangan menjadi sangat fleksibel. Pada ibu jari, sendi pelana yang terdapat antara tulang karpal dan metakarpal memungkinkan ibu jari tersebut melakukan gerakan seperti menyilang telapak tangan dan memungkinkan menjepit/menggenggam sesuatu. Khusus di tulang metakarpal jari 1 (ibu jari) dan 2 (jari telunjuk) terdapat tulang sesamoid. b. Falang Falang juga tulang panjang,mempunyai batang dan dua ujung. Batangnya mengecil diarah ujung distal. Terdapat empat belas falang, tiga pada setiap jari dan dua pada ibu jari. Sendi engsel yang terbentuk antara tulang phalangs membuat gerakan tangan menjadi lebih fleksibel terutama untuk menggenggam sesuatu. 

Sumber :  https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiMpPCF9srtAhUiIbcAHVjYCRAQFjAXegQIGhAC&url=https%3A%2F%2Fwww.slideshare.net%2FDanangMdf%2Ftulang-ekstremitas-atas&usg=AOvVaw2KCrtCDD2KfjBfiWTn3iKl

Bioakustik

 

Bioakustik

  1. 1. BIOAKUSTIK Akustik membahas semua hal yang berhubungan dengan bunyi, Bioakustik membahas bunyi yang berhubungan dengan makhluk hidup, terutama manusia. Bahasan bioakustik: proses pendengaran dan instrumen bunyi
  2. 2. • Pengertian gelombang • Gelombang Bunyi 1. Sifat Gelombang Bunyi 2. Intensitas gelombang bunyi 3.Efek Doppler 4.Mekanisme penerimaan gel bunyi • Ultrasonik dalam kesehatan 1.Karakteristik gelombang ultrasonik 2. Sifat penyerapan gelombang bunyi 3.Efek gelombang ultrasonik 4.Penggunaan ultrasonik ( Ultrasonik pelengkap diagnostik dan pengobatan) • Alat Pendengaran
  3. 3. Pengertian Gelombang • Gelombang merupakan getaran • Pada gelombang terdapat istilah-istilah: 1. Amplitudo ( A) 2. Panjang gelombang ( ) 3. Waktu Perioda ( T) 4. Frekuensi ( f) 5. Cepat rambat gelombang ( V ) • Persamaan yang berlaku pada Gelombang:  Vfatau T V  
  4. 4. Gelombang Bunyi • Terjadinya bunyi : 1. Sumber getar 2. Medium 3. Pendengar • Berdasarkan frekuensi, bunyi dibedakan dalam 3 kelompok: 1. Infrasonik ( frekuensi dibawah 20 Herz ) 2. Audiosonik ( frekuensi 20 – 20.000 Hz) 3. Ultrasonik ( frekuensi diatas 20.000Hz)
  5. 5. Frekuensi, kecepatan dan panjang gelombang bunyi Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Berdasarkan frekuensinya, getaran digolongkan menjadi 3, yaitu:  Infrasonik (frekuensi <20 Hz)  Tak tertangkap oleh indera pendengar manusia, misalnya getaran gempa, tanah longsor dan sebagainya.  Audio Sonik (frekuensi 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz).  Tertangkap oleh indera pendengar manusia, misalnya suara pembicaraan, suara lonceng dan sebagainya.  Ultrasonik (frekuensi >20.000 Hz).  Tak tertangkap oleh indera pendengar manusia, misalnya getaran yang dihasilkan oleh magnet listrik, getaran kristal piezo elektrik yang digunakan beberapa instrumen kedokteran (USG, diatermi dll).
  6. 6. COURTESY FROM YOUTUBE
  7. 7. Sifat Gelombang Bunyi • Gelombang bunyi mempunyai sifat: a. dapat dipantulkan ( refleksi) b. dapat diserap ( absorpsi ) c. dapat diteruskan ( transmisi ) • Hubungan amplitudo : 21 21 0 ZZ ZZ A AR    21 1 0 2 ZZ Z A AT  
  8. 8. Penyerapan gelombang bunyi • Nilai amplitudo bunyi yang menetap pada jaringan x eAA   0 Bahan Koef absorpsi Ketebalan jaringan (cm) Otot 0,13 2,7 Lemak 0,05 6,9 Otak 0,11 1,2 Tulang 0,4 6,95 Air 2,5 x 10-4 14 x 10 3
  9. 9. Intensitas Gelombang Bunyi • Intensitas gelombang bunyi adalah energi yang melewati medium 1 m2/s atau watt/m2 • Intensitas: I = ½ Z ( 2πfA)2 • Skala Desible: Io adalah intensitas ambang, besarnya 10-12 Watt/m2 • Intensitas gelombang bunyi yang masuk ke dalam jaringan: 0 log10 I I TI  x oeII 2 
  10. 10. WARNA BUNYI Suara memiliki karakter yang berbeda-beda meskipun memiliki frekuensi sama sekalipun. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara dalam gelombang bunyi. Karakter suara yang berbeda-beda ini lazim disebut warna suara atau timbre.
  11. 11. Efek Dopler: Frekuensi bunyi berubah akibat perubahan jarak sumber bunyi-pendengar.
  12. 12. • Di bidang kedokteran, efek doppler dapat dimanfaatkan untuk membantu mendiagnosis ada tidaknya trombus/posisi gumpalan, instrumen menentukan kecepatan aliran darah dengan mengukur perbedaan frekuensi antara sinyal yang dipancarkan dan sinyal yang diterima setelah pemantulan dari sel darah yang bergerak • Persamaan Efek Dopller: S S P P f VV VV f   
  13. 13. Mekanisme Penerimaan Bunyi • Reseptor bunyi : telinga • Otak mengumpulkan dan menyatukan informasi • Telinga manusia normal mampu mendeteksi bunyi antara 20 – 20.000 Hz, dengan sensitivitas tertinggi kisaran 2000-5500 Hz
  14. 14. Telinga dan proses pendengaran Organ yang berperan menerima getaran suara Getaran tergolong sebagai energi mekanik Energi mekanik ini diterima dan diolah di dalam telinga, lalu diubah menjadi energi listrik setelah diterima oleh reseptor saraf sensorik di organon korti telinga dalam
  15. 15. Proses pengolahan suara oleh telinga: 1. Pada telinga luar Aurikel (daun telinga) mengumpulkan gelombang suara untuk diteruskan ke liang telinga. Bandingkan bentuk corong daun telinga dengan stetoskop serta bandingkan pula fungsinya. Meatus akustikus eksternus (liang telinga luar) yang areanya lebih sempit akan meningkatkan intensitas suara dan diteruskan menuju telinga tengah. Bandingkan pula bentuk dan struktur liang telinga dengan stetoskop tadi. Membrana timpani (gendang telinga) sebagai pembatas telinga luar dan telinga tengah digetarkan dan menguatkan suara. Luas membrana timpani kira-kira 51 mm2.
  16. 16. 2. Pada telinga tengah Tulang-tulang pendengaran (malleus, inkus dan stapes) menguatkan suara dengan mekanisme gaya ungkit dan melanjutkannya menuju pembatas telinga dalam yaitu foramen ovale. Efek dari gaya ungkit tulang pendengaran terhadap getaran suara adalah 1,3 kali. Cermati bahwa tulang-tulang pendengaran berawal dari membrana timpani seluas 51 mm2 dan berakhir pada foramen ovale dengan luas kira-kira 3 mm2. Dengan demikian getaran suara yang masuk ke dalam telinga mengalami amplifikasi sebesar: 51/3 x 1,3 = 22 kali
  17. 17. 3. Pada telinga dalam Telinga dalam: kokhlea (rumah siput) dan duktus semisirkularis (saluran setengah lingkaran). Di dalam kokhlea terdapat 3 saluran: skala vestibuli dan skala timpani yang berisi cairan perilimfe, yang akan bergetar meneruskan getaran dari foramen ovale. Selanjutnya getaran ini akan menggetarkan cairan endolimfe dan organ korti di skala ketiga (skala media). Organ korti merupakan sel-sel rambut sebagai reseptor pendengaran. Dengan kata lain energi mekanik berupa getaran tadi merangsang reseptor saraf sensorik pendengaran (Nervus VIII) dan diteruskan sebagai energi listrik menuju otak untuk ditafsirkan.
  18. 18. Respon frekuensi telinga Pada usia muda batas atas masih 20.000 Hz, di usia pertengahan berkurang menjadi 15.000 Hz dan pada usia lanjut menjadi 10.000 Hz. Telinga manusia memiliki sensitifitas tertinggi pada frekuensi 3.000 Hz yang menimbulkan rasa tidak nyaman, misalnya suara jeritan atau alarm. Penyebab dari kondisi tersebut adalah kokhlea adalah tabung dengan panjang 2,5 cm yang tertutup di salah satu ujung.
  19. 19. Respon frekuensi telinga dikategorikan sebagai berikut: •Pada frekuensi rendah telinga sangat tidak sensitif. Frekuensi 20 Hz membutuhkan intensitas suara kira-kira 1 W/m2. •Pada frekuensi ambang atas pendengaran, frekuensi 100 Hz membutuhkan intensitas suara kira-kira 10-10 W/m2. Pada frekuensi ambang bawah pendengaran, frekuensi 3000 Hz sangat menusuk
  20. 20. Level (dBA) Noise Effect 0 Ambang pendengaran 20 Denyut nadi 30 Detak jam 40 Percakapan tenang 50 Jalanan sepi 70 Hoover in a room 90 Jalanan 7 m Pemaparan lama menimbulkan kerusakan pendengaran 100 Kebisingan pabrik 120 Suara diskotik Batas ketidaknyamanan 140 Pesawat udara 25 m Batas nyeri 160 Rifle close to ear Merobek membrana timpani Skala kebisingan Kebisingan diukur dengan skala desibel (dB). Berikut ini merupakan daftar nilai kebisingan dalam berbagai situasi dan dampak yang dapat timbul.
  21. 21. Kehilangan pendengaran Kehilangan pendengaran dapat teradi akibat: •Kerusakan mekanis akibat cedera kepala •Penyakit (penyakit yang menghambat gerakan tulang-tulang pendengaran dapat diatasi dengan operasi atau menggunakan alat bantu pendengaran. Penyakit yang merusak saraf menuju kokhlea sulit diatasi) •Terpapar pada kegaduhan secara berlebihan (Tinitus dapat terjadi setelah terpapar kegaduhan konser rock, atau saat distress ketika tak bias tidur). •Proses penuaan (proses penuaan menimbulkan penurunan sensitifitas terhadap suara)
  22. 22. Ultrasonik frekuensi diatas 20.000Herz Mempunyai daya tembus yang sangat besar Dapat digunakan Untuk : 1.Diagnosa ( Frekuensi 1 – 5 Mhz dan I = 0,01 watt/cm2) 2.Pengobatan ( I = 1 Watt/cm2 ) 3.Merusak Jaringan kanker ( I = 1000 Watt/cm2 )
  23. 23. Ultrasonik dalam Kesehatan  Gelombang Bunyi dengan frekuensi diatas 20.000Hz  Efek Gelombang Ultrasonik: 1. Mekanik 2. Panas 3. Kimia 4. Biologis  Frekuensi dan daya ultrasonik 1. Untuk diagnostik : Frekuensi 1-5 MHz, daya 0,01 Watt/cm2 2. Untuk Pengobatan dayanya 1 Watt/cm2 3. Untuk merusak jaringan kanker dayanya 1000 Watt/cm2
  24. 24. Penggunaan Ultrasonik Dalam Kesehatan  Efek Doppler merupakan dasar penggunaan ultrasonik yaitu terjadi perubahan frekuensi akibat adanya pergerakan pendengar atau sebaliknya, dan getaran yang dikirim ke tempat tertentu( ke obyek) akan direfleksi oleh obyek i  Ultrasonik sebagai pelengkap diagnostik, ada 3 macam metoda: 1. A Scanning, yang dicari besar amplitudo, yaitu mendiagnosa tumor otak, memberi informasi tentang penyakit mata,tumor retina 2. B Scanning ,disebut bright scanning. Metoda ini banyak digunakan di klinik karena dapat memperoleh gambaran dua, tiga bahkan empat dimensi. Mewtoda ini dapat memperoleh informasi struktur dalam ( hati, lambung, usus, jantung janin), mendeteksi kehamilan, memberi petunjuk type kista 3. M Scanning,modulasi scanning, untuk memperoleh informasi gerakan alat-alat , misalnya jantung, timbunan zat cair dalam kantong jantung. Kelebihan M Scanning dapat dikerjakan sambil pengobatan berlangsung
  25. 25.  Ultrasonik sebagai Pengobatan Karena Ultrasonik mempunyai efek kimia dan biologi, maka dapat digunakan sebagai pengobatan. Ultrasonik memberi efek kenaikkan temperatur dan peningkatan tekanan, efek ini timbul karena jaringan mengabsorpsi energi bunyi,maka dipakai sebagai diaterrmi Ultrasonik sebagai diatermi, intensitas yang dipakai 1-10 Watt/cm2
  26. 26.  USG ( Ultrasonography) Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
  27. 27.  USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Source picture : Book “Biomedical Engineering”
  28. 28. Ultrasonografi medis digunakan dalam: * Kardiologi * Endokrinologi * Gastroenterologi * Ginekologi * Obstetrik * Urologi * Intravascular ultrasound * Contrast enhanced ultrasound
  29. 29. Prinsip Kerja  Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi.
  30. 30. Peralatan USG  Transduser  Monitor Monitor yang digunakan dalam USG  Mesin USG
  31. 31. Source: Book “Biomedical Engineering”
  32. 32. JENIS PEMERIKSAAN USG 1. USG 2 Dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan. 2. USG 3 Dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).
  33. 33. JENIS PEMERIKSAAN USG  USG 4 Dimensi Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.  USG Doppler Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. 

Sumber : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj9r-Hm9MrtAhUm7XMBHd3AAvgQFjAAegQIBRAC&url=https%3A%2F%2Fwww.slideshare.net%2Fsuhendidarma%2Fbioakustik-57595010&usg=AOvVaw0WkowECV5VuagFQvsNgvaG

Aerobik Dan Anaerobik

 

Olahraga Aerobik vs Anaerobik, Mana Yang Lebih Baik?

 

 olahraga aerobik dan anaerobik

Melakukan olahraga adalah kebiasaan yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mempertahankan berat badan normal. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, olahraga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, beberapa jenis kanker, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan mental dan menjaga suasana hati, menurunkan risiko untuk mengalami depresi, dan memperlambat proses penuaan.

Mungkin Anda sering mendengar olahraga jenis aerobik, namun apakah pernah mendengar olahraga anaerobik? Apa beda dari aerobik dengan anaerobik? Apakah keduanya memiliki manfaat serta dampak yang sama untuk kesehatan tubuh?

 

Apa itu olahraga aerobik?

Olahraga aerobik yang selama ini diketahui oleh sebagian besar orang adalah olahraga yang diadakan di dalam ruangan, melakukan gerakan-gerakan senam, atau pun menggunakan alat-alat olahraga. Namun sebenarnya olahraga aerobik diartikan sebagai olahraga yang memerlukan banyak oksigen dan melibatkan banyak otot-otot besar. Olahraga tipe ini dilakukan dalam intensitas yang rendah dan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Setiap melakukan aktivitas fisik, tubuh akan membentuk energi untuk dipakai sebagai energi. Ketika kita melakukan olahraga aerobik, maka sebagian besar tubuh menggunakan glikogen atau gula otot dan cadangan lemak sebagai bahan dasar dari pembentukan energi. Olahraga jenis ini baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung. Oleh karena itu, olahraga aerobik sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang memiliki berat badan berlebih. Dengan melakukan olahraga aerobik, Anda juga dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh, menghindarkan Anda untuk mengalami stress, serta menurunkan berbagai risiko penyakit degeneratif.

Jenis olahraga aerobik adalah olahraga yang nyaman dilakukan, tanpa membuat Anda susah bernapas, seperti jalan santai, berenang, dansa, dan bersepeda. Masing-masing jenis olahraga aerobik memiliki durasi yang berbeda-beda. Namun Cleveland Clinic menganjurkan untuk melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang, yang dilakukan selama 30 menit setiap hari dalam satu minggu.

Apa itu olahraga anaerobik?

Pada kondisi anaerobik, tubuh tidak menggunakan oksigen dalam proses pembentukan energi. Berbeda dengan olahraga aerobik yang menggunakan hampir seluruh otot yang ada di tubuh, olahraga anaerobik bertujuan untuk menguatkan bagian otot tertentu. Bahan bakar utama yang digunakan untuk menghasilkan energi ketika melakukan olahraga anaerobik adalah gula dalam otot atau glikogen. Glikogen akan habis sekitar 2 jam setelah digunakan.

Selama olahraga ini dilakukan, tubuh akan menghasilkan asam laktat, yaitu hasil dari pembakaran glikogen menjadi energi. Asam laktat yang jumlahnya cukup tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan kram pada otot dan kelelahan yang berlebihan. Oleh karena itu, olahraga anaerobik hanya dilakukan dalam waktu yang singkat untuk menghindari gangguan fungsi tubuh yang mungkin muncul.

Jika olahraga aerobik dilakukan untuk menurunkan berat badan, maka olahraga anaerobik ini berfungsi untuk menjaga berat badan dan membentuk massa otot. Sebenarnya, kalori yang dibakar oleh tubuh akan lebih banyak jika tubuh memiliki massa otot yang lebih banyak, oleh karena itu dengan melakukan olahraga anaerobik kalori yang terbakar bisa lebih banyak. Selain itu olahraga ini bermanfaat juga melatih kekuatan otot dan tulang serta menurunkan risiko terkena osteoporosis.  

Cleveland Clinic menganjurkan untuk melakukan olahraga anaerobik setidaknya satu atau dua kali dalam satu minggu. Sekali latihan Anda bisa memulai dengan mengangkat beban yang ringan dengan melakukannya berulang-ulang 12 hingga 20 kali. Jenis olahraga anaerobik lainnya adalah berlari sprint karena membutuhkan energi yang banyak dan menimbulkan kelelahan setelah melakukannya.  

Lalu, saya harus memilih olahraga yang mana?

Pertama-tama tentukan dulu apa tujuan dan target utama Anda. Jika Anda memiliki berat badan yang berlebih atau mengalami obesitas, maka sebaiknya untuk melakukan olahraga jenis aerobik terlebih dahulu. Setelah perlahan-lahan berat badan Anda turun, maka Anda harus menjaga berat badan dan meningkatkan kekuatan otot serta tulang. Hal ini Anda dapatkan ketika Anda melakukan olahraga anaerobik. Sedangkan untuk hasil yang maksimal dan menjaga kesehatan, Anda dapat menggabungkan olahraga aerobik dengan olahraga anaerobik.


Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba hitung

 

active 

Sumber :  https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjIhIa88srtAhWSXSsKHXCqBG8QFjALegQIKBAC&url=https%3A%2F%2Fhellosehat.com%2Fhidup-sehat%2Fkebugaran%2Folahraga-aerobik-dan-anaerobik-mana-yang-lebih-baik%2F&usg=AOvVaw1vjlsrxCLA36NCHzYlLkAq

Thermodinamika

 

Pengertian Termodinamika, Prinsip, Hukum, Keadaan, Semua Lengkap! 

 

 Pengertian Termodinamika

Jadi, ilmu ini menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses.

Selain itu, Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu Fisika ini mempelajari suatu pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan Termodinamika bisa terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri, adalah peristiwa Termodinamika yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Prinsip-Prinsip Termodinamika

 

Pengertian Termodinamika, Prinsip, Hukum, Keadaan, Semua Lengkap!

Penerapan prinsip-prinsip termodinamika yang meliputi Mekanika, Panas dan Kalkulus Diferensial pada ilmu pengetahuan lain ditunjukkan pada Gambar 1.

 Pengertian Termodinamika, Prinsip, Hukum, Keadaan, Semua Lengkap!

Gambar 2 menunjukkan bahwa penyelesaian suatu masalah/problema secara termodinamika dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  • Formulasi problem ke dalam besaran & bentuk termodinamika. Hal ini yang dikatakan sebagai mengubah bahasa dalam problem ke dalam bahasa termodinamika, kemudian merumuskannya dengan menggunakan besaran-besaran termodinamika.
  • Evaluasi sifat dan fungsi termodinamika, berarti melakukan analisis terhadap formulasi yang telah disusun pada langkah pertama (1). Tahap ini membutuhkan pemahaman pengetahuan termodinamika yang memadai agar tidak terjadi kesalahan persepsi terhadap arah atau tujuan problema tersebut.
  • Penyelesaian problem termodinamika. Pada tahap ini dibutuhkan dukungan pengetahuan matematika/kalkulus (deferensial, integral) sehingga dapat diperoleh jawaban yang valid atau bisa dipertanggungjawabkan.
    Ketiga langkah penyelesaian termodinamika tersebut harus berpijak pada dalil-dalil atau kaidah-kaidah dalam termodinamika.

Intinya, prinsip termodinamika sebenarnya yaitu hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi suatu bentuk mekanisme yang bisa membantu manusia dalam kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena adanya perkembangan ilmu termodinamika sejak abad 17. Pengembangan ilmu termodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik yakni perilaku umum partikel zat yang menjadi media pembawa energi.

Sistem Termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

  • Sistem tertutup

    Terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:

    • Pembatas Adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas
    • Pembatas Rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
  • Sistem terisolasi

    Tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.

  • Sistem terbuka

    Terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

Keadaan Termodinamika

Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam keadaan pasti (atau keadaan sistem).

Untuk keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari sistem dispesifikasikan. Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu membentuk keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.

Jumlah properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari sistem tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti sistem yang lebih besar, dari jumlah minimal tersebut.

Pengembangan hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.

Hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

  • Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

    Hukum awal menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum ini dimasukkan setelah hukum pertama.

  • Hukum Pertama Termodinamika

    Hukum yang sama juga terkait dengan kasus kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup, sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum ini dapat diuraikan menjadi beberapa proses, yaitu proses dengan Isokhorik, Isotermik, Isobarik, dan juga adiabatik.

  • Hukum kedua Termodinamika

    Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Tidak ada bunyi untuk hukum kedua termodinamika yang ada hanyalah pernyataan kenyataan eksperimental yang dikeluarkan oleh kelvin-plank dan clausius.
    Pernyataan clausius: tidak mungkin suatu sistem apapun bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi.
    Pernyataan kelvin-planck: tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil menerima energi panas dari satu reservoir termal.(sumber Fundamentals of engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. – 6th ed. – 2007 – Wiley) Bab5).
    Total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya hal ini disebut dengan prinsip kenaikan entropi” merupakan korolari dari kedua pernyataan diatas (analisis Hukum kedua termodinamika untuk proses dengan menggunakan sifat entropi)(sumber Fundamentals of engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. – 6th ed. – 2007 – Wiley) Bab6).

  • Hukum ketiga Termodinamika

    Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

    Sumber :  https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi1w7K-8MrtAhWUbisKHQ4KB9UQFjAIegQIARAC&url=https%3A%2F%2Fwww.quipper.com%2Fid%2Fblog%2Fmapel%2Ffisika%2Fpengertian-termodinamika-lengkap%2F&usg=AOvVaw2OXadO67td4zyfZfKmaIt2

Sabtu, 05 Desember 2020

Konsep Fisioterapi Dan Penjelasannya

 Fisioterapi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Apa yang Dimaksud dengan Fisioterapi?


 

Fisioterapi adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik akibat cedera atau penyakit. Terapi ini dilakukan melalui serangkaian tindakan pencegahan, diagnosis, dan penanganan untuk mengatasi gangguan fisik. Fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia, misalnya untuk mengobati sakit punggung hingga persiapan olahraga dan persalinan.

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015, fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang hidup pasien.

 

 

Tindakan fisioterapi bisa dilakukan dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanis), pelatihan fungsi, dan komunikasi.

Tujuan dari dilakukannya fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, maka fisioterapi dapat diprioritaskan untuk mengurangi dampaknya.

Kondisi yang Membutuhkan Fisioterapi

Beberapa kondisi pasien yang bisa dibantu dengan perawatan fisioterapi berdasarkan sistem tubuh, dibedakan menjadi:

 

  • Gangguan sistem saraf

Beberapa kondisi terkait neurologi atau sistem saraf, seperti stroke, baik stroke iskemik atau infark maupun stroke hemoragik, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson bisa mengganggu fungsi tubuh Anda. Gangguan fungsi tubuh yang bisa terjadi, antara lain susah bicara, susah bergerak, dan menurunnya kinerja tangan.

  • Gangguan pada otot kerangka tubuh

Kondisi yang diakibatkan oleh gangguan neuromuskuloskeletal atau gangguan pada otot kerangka tubuh antara lain saat ada nyeri punggung, nyeri otot, sakit di tulang ekor, cedera karena olahraga, seperti cedera ACL (anterior cruciate ligament) dan arthritis.  Pemulihan pasca operasi pada tulang dan otot juga seringkali perlu memerlukan fisioterapi.

  • Penyakit kardiovaskular

Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (sistem kardiovaskular) yang bisa dibantu dengan fisioterapi adalah penyakit jantung kronis dan rehabilitasi pasca serangan jantung. Dengan fisioterapi, kondisi pasien akan lebih berkualitas karena diberikan dukungan fisik dan emosi.

  • Gangguan pernapasan

Asma, penyakit paru obstruktif kronik, dan cystic fibrosis (fibrosis kistik) adalah beberapa penyakit terkait sistem pernapasan yang bisa diringankan melalui fisioterapi. Ahli fisioterapi akan memberikan serangkaian metode mengenai bagaimana cara tubuh bernapas lebih baik dan bagaimana mengontrol gejala-gejala seperti batuk-batuk dan kesulitan bernapas.

Seperti Apa Bentuk Perawatan Fisioterapi?

Mungkin Anda penasaran bagaimana cara seorang fisioterapis melakukan perawatan kepada para pasien yang memiliki gangguan kesehatan di atas. Yang jelas, pengobatan dengan memakai metode ini membutuhkan keterlibatan pasien secara aktif dan kedisiplinan. Oleh karena itu, fisioterapis akan melakukan pemeriksaan terhadap penyakit Anda, mendiagnosis, dan membantu Anda memahami permasalahan yang muncul di  tubuh Anda. Fisioterapi membutuhkan keseriusan Anda karena metode ini berkaitan dengan gaya hidup, aktivitas, dan kesehatan Anda secara umum.

Berikut beberapa metode yang biasanya diterapkan kepada pasien:

  • Program latihan

Beberapa terapi yang termasuk dalam program ini, antara lain teknik memperbaiki postur tubuh, memperkuat otot, senam atau olahraga, dan peregangan otot.

  • Teknik elektroterapi

Terapi ini menggunakan alat dengan daya listrik. Terapi ini disebut juga terapi listrik. Beberapa terapi jenis ini antara lain terapi saraf dengan stimulasi elektrik (TEN), terapi stimulasi listrik melalui jaringan lemak (PENS), metode PENS memadukan teknik akupuntur dan terapi listrik.

  • Fisioterapi manual

Yang temasuk fisioterapi jenis ini adalah pijat, peregangan, serta mobilisasi dan manipulasi sendi. Fisioterapi manual bisa untuk membantu relaksasi, mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas gerak anggota tubuh yang terganggu.

  • Terapi okupasi

Disebut juga dengan occupational therapy. Ini adalah bentuk terapi yang membantu pasien dengan keterbatasan atau ketidakmampuan fisik, sensorik, atau kognitif (pikiran) agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.

  • Metode lainnya

Selain metode-metode yang sudah disebutkan di atas, fisioterapi juga membantu pasien dengan mengoreksi teknik berolahraga yang salah dan membantu cara menggunakan alat bantu dengan tepat. Beberapa metode lainnya yang biasa dipakai adalah hidroterapi, terapi ultrasound, terapi suhu (panas atau dingin), latihan pernapasan, dan akupuntur.

Selain metodenya yang lengkap dan spesifik, fisioterapi juga bisa dilakukan dengan fleksibel. Artinya, pasien bisa melakukan fisioterapi di mana saja sesuai dengan kemampuannya, apakah mau di rumah atau di rumah sakit dengan layanan fisioterapi.

Anda bahkan bisa melakukan fisioterapi sendiri, tapi jangan lupa untuk meminta saran fisioterapis untuk menilai kondisi Anda, sehingga jenis dan frekuensi fisioterapi yang dilakukan tidak keliru.

Sumber : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjNq8i4qbjtAhWFf30KHbJmDbMQFjADegQIARAC&url=https%3A%2F%2Fwww.alodokter.com%2Fapa-yang-dimaksud-dengan-fisioterapi&usg=AOvVaw0gPUA73pySFgUDvN-naMKp

Short Wave Diathermy Dan Micro Wave Diathermy

  MATERI PENGGUNAAN ALAT SWD DAN MWD DALAM BIDANG KESEHATAN   A.     LANDASAN TEORI Penggunaan alat short wave diathermy (SWD) b...